http://onlinecasino.us/ 5 Paradigma Sex | Kata Dokter

5 Paradigma Sex

Periksadokter - Sudah seharusnya pedidikan tentang sex ditanamkan sejak dini dalam diri seseorang agar dapat memahami pengertian dan fungsi seks. Dengan begitu ketika seseorang sudah mencapai umur remaja dia tidak akan terjerembab dalam jurang sesat seks akibat paradigma yang salah tentang seks. Berikut adalah 5 paradigma seks yang paling sering dijumpai dalam masyarakat 



 Seks Sebagai Bukti Cinta
Dengan alasan untuk membuktikan cinta, biasanya para laki-laki memaksa pasangannya agar menyerahkan tubuhnya untuk ditiduri. Bagi para perempuan yang sudah membekali dirinya dengan pengetahuan seks yang baik, dia tau bagaimana harus bersikap. Sedangkan bagi para perempuan yang masih labil/polos, ini akan menjadi dilema berat, karena ia takut diputuskan oleh pacarnya dan karena lemahnya pertahanan mental akibat kurangnya pengetahuan seks biasanya perempuan seperti itu akan rela menyerahkan tubuhnya kepada sang pacar dengan harapan sang pacar akan mengakui cintanya. Padahal secara logis, tidak bisa dibuktikan bahwa seks menjamin cinta seseorang. Seharusnya seks adalah sebagai hasil dari komitmen hubungan sepasang kekasih, bukan sebagai komitmennya.
            Seks Memperkuat Perasaan Cinta
Seks memang penting, tapi seks bukanlah segala-galanya dalam sebuah hubungan pernikahan. Sebagian orang menilai bahwa dinamika kehidupan rumah tangga akan redup tanpa kegiatan seks yang memuaskan. Tentu ini justru mereduksi arti cinta sebenarnya yang justru seolah cinta hanya merujuk pada kegiatan seksual saja. Padahal cinta adalah sebuah komitmen, relasi, kasih sayang serta perasaan saling membutuhkan.
         Seks Mendewasakan
Pada sebagian kalangan kaum remaja terkadang terdapat pemikiran bahwa melakukan kegiatan seks dapat menunjukan kedewasaan dalam diri mereka. Akhirnya para kaum muda tersebut melakukan dan menikmati seks tanpa komitmen. Itu jelas paradigma yang buruk. Karena kedewasaan tidak diukur dari apakah sudah melakukan seks atau belum tapi kedewasaan dapat diukur melalui kualitas diri dan kepribadian seseorang.
       Seks Harus Dicoba
Tidak sedikit anak remaja yang beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang harus dicoba. Alasannya bermacam-macam, ada yang sekedar penasaran, mencari eksistensi, pembuktian kejantanan dan lain-lain. Salah satu faktor paling dominan adalah karena penasaran. Rasa penasaran ini bisa disebabkan oleh berbagai hal khususnya tayangan film porno yang pernah mereka tonton. Alagkah lebih baik jika memperketat pengawasan penggunaan gadget pada anak remaja dikeluarga anda untuk meminimalisir penyalahgunaannya, khususnya pada anak laki-laki.
        Seks Untuk Membuktikan Kejantanan
Beberapa pria berpendapat bahwa semakin banyak melakukan hubungan seks maka dirinya semakin jantan. Dan semakin jantan dirinya maka akan semakin bangga pula dirinya. Padahal pembuktian seperti itu tidak ada gunanya, justru orang-orang akan berpikiran buruk pada orang tersebut. Belum lagi resiko nya jika terkena penyakit kelamin yang berbahaya malah akan berujung pada malapetaka. Lagipula akan lebih baik jika kita melakukan pembuktian diri yang bersifat positif sehingga akan meningkatkan ekspektasi orang lain kepada kita.

Darisini bisa kita petik kesimpulan betapa pentingnya pendidikan seks yang benar dan terencana, khususnya bagi kaum remaja agar terhindar dari paradigma-paradigma seks yang buruk sehingga tidak terjadi penyimpangan seksual.

0 comments:

Post a Comment